LHOKSEUMAWE – Kepedulian Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.H., M.S.M. terhadap pembinaan keagamaan dan masa depan generasi muda kembali terlihat melalui kegiatan pesijuk Balai Pengajian Ihyaul Qur’an di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (14/1/2026) pagi.
Balai Pengajian Ihyaul Qur’an yang dipeseujuk tersebut diketahui merupakan wakaf langsung dari Kapolres Lhokseumawe, sebagai bentuk nyata dukungan Polri dalam membangun benteng moral dan spiritual masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja di wilayah perkotaan yang rentan terhadap pengaruh negatif.
Kegiatan yang berlangsung sekira pukul 09.30 WIB itu dilaksanakan di Balai Pengajian Ihyaul Qur’an, Jalan Petuah Hasan, Dusun Kuala Mamplam, Desa Ujong Blang. Acara dihadiri pimpinan balai pengajian Tgk. Romi Saputra, S.Kep, Kasat Binmas Polres Lhokseumawe AKP Faisal, S.H., KBO Sat Samapta Iptu Ridwan, pimpinan zikir dan doa Abi Taufikur Rahmi, M.Pd, personel Sat Binmas Polres Lhokseumawe, serta personel Polsek Banda Sakti.
Rangkaian kegiatan diawali dengan zikir dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan pimpinan Balai Pengajian Ihyaul Qur’an. Tgk. Romi Saputra menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam atas wakaf balai pengajian dari Kapolres Lhokseumawe, termasuk bantuan tandon penampungan air yang telah membuat kebutuhan air di balai menjadi lancar.
Ia juga menyampaikan harapan dukungan lanjutan berupa tempat tinggal pengelola balai guna menjaga dan memantau keamanan, mengingat sebelumnya sempat terjadi pencurian di lokasi tersebut.
Dalam sambutannya, Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan menegaskan bahwa wakaf balai pengajian ini diniatkan sebagai amal jariyah sekaligus upaya membangun pondasi akhlak generasi muda. Ia menyampaikan komitmen untuk membantu pembangunan lanjutan, mulai dari penguatan pondasi hingga koordinasi pengadaan material lainnya agar kegiatan pengajian dapat segera berjalan secara optimal.
Kapolres juga menyoroti pentingnya peran balai pengajian di wilayah Ujong Blang yang dinilai rawan peredaran narkoba. Menurutnya, penguatan nilai keagamaan sejak dini menjadi salah satu kunci dalam menekan kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba di tengah masyarakat.
“Balai pengajian ini saya harapkan menjadi benteng iman bagi masyarakat sekitar, terutama anak-anak dan remaja. Kita harus mendidik generasi muda sejak dini agar tidak terjerumus ke arah yang negatif,” ungkap AKBP Dr. Ahzan.


