Lhokseumawe – Di sudut hangat Kota Lhokseumawe, senja Ramadhan turun perlahan, membawa suasana yang lebih dari sekadar pergantian waktu. Ia menghadirkan jeda di antara riuhnya berita, tenggat yang tak pernah menunggu, dan dinamika dunia jurnalistik yang terus bergerak. Di momen itulah, keluarga besar Siber Nusantara berkumpul, merajut kembali makna kebersamaan.
Bertempat di Cafe Assembly Point, Kamis (19/3/2026), seluruh elemen redaksi hadir tanpa sekat. Dari jajaran manajemen, editor, hingga koresponden lapangan semua duduk dalam satu ruang yang sama, bukan sebagai posisi, melainkan sebagai satu keluarga yang dipersatukan oleh profesi dan visi.
Menjelang azan maghrib, suasana terasa berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk deadline, tidak ada tekanan berita yang harus segera tayang. Yang ada hanyalah tawa ringan, obrolan santai, dan cerita-cerita yang mungkin selama ini terlewat di sela kesibukan. Di meja panjang yang dipenuhi hidangan berbuka, kehangatan itu tumbuh secara alami.
Bagi Redaktur Pelaksana, Jamaluddin Idris, momen ini bukan sekadar tradisi tahunan. Ia melihatnya sebagai ruang penting untuk memperkuat fondasi internal tim.
“Di tengah ritme kerja jurnalistik yang padat, kita sering lupa bahwa komunikasi yang kuat lahir dari kedekatan. Lewat momen seperti ini, kita tidak hanya berbagi hidangan, tetapi juga saling memahami,” ujarnya, dengan nada yang mencerminkan harapan.
Percakapan yang mengalir pun tak jauh dari dunia yang mereka geluti. Isu perkembangan media digital di Aceh Utara hingga dinamika pemberitaan lokal menjadi topik ringan yang mengisi waktu. Namun, kali ini dibahas dengan suasana yang lebih cair—tanpa tekanan, tanpa batas.
Ketika azan maghrib berkumandang, semua terdiam sejenak. Doa dipanjatkan, lalu kebersamaan terasa semakin utuh saat setiap orang mulai berbuka. Sederhana, tetapi penuh makna.
Acara itu mungkin hanya berlangsung beberapa jam. Namun, dampaknya melampaui waktu yang singkat. Ia menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita yang tersaji, ada tim yang bekerja dengan rasa saling percaya.
Menutup kebersamaan, sesi foto bersama menjadi simbol yang tak hanya mengabadikan momen, tetapi juga komitmen. Komitmen untuk tetap solid, tetap satu arah, dan tetap menghadirkan karya jurnalistik terbaik.
Di bulan suci Ramadhan, Siber Nusantara.com, tidak hanya berbagi waktu berbuka, tetapi juga memperkuat ikatan. Karena pada akhirnya, kekuatan sebuah media bukan hanya terletak pada seberapa cepat ia menyampaikan berita, tetapi pada seberapa erat orang-orang di dalamnya saling menjaga.(*)


