ACEH UTARA – Sejumlah warga yang bertahan di lokasi pengungsian SMAN 2 Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta jajaran TNI atas penyaluran bantuan kemanusiaan guna meringankan beban warga terdampak musibah di wilayah tersebut.
Bantuan yang disalurkan melalui Kodam Iskandar Muda, Korem 011/Lilawangsa, dan Aceh Orphans Center for Children (AOCC) tersebut meliputi berbagai kebutuhan pokok dan perlengkapan pendidikan bagi 10 kepala keluarga (KK) yang masih mendiami tenda pengungsian.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto dan jajaran TNI yang telah memberikan perhatian nyata kepada kami di tenda pengungsian ini,” ujar salah seorang perwakilan warga di Langkahan, Sabtu.
Adapun bantuan yang diserahkan terdiri dari bahan pangan berupa beras dan susu bayi, serta perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, mukena, sajadah, dan kain sarung. Selain itu, guna menjamin keberlangsungan pendidikan anak-anak di pengungsian, turut diberikan bantuan tujuh pasang seragam sekolah dan buku tulis.
Warga menyebut bantuan tersebut sangat krusial, terutama bagi anak-anak agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan percaya diri meskipun dalam kondisi keterbatasan.
Harapan Perluasan Bantuan
Dalam kesempatan tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi agar bantuan serupa, khususnya seragam sekolah, dapat diperluas jangkauannya ke sekolah-sekolah lain di wilayah Langkahan.
“Kami berharap perhatian ini juga menyasar anak-anak di SMP 4 dan SDN 8 Langkahan yang saat ini masih banyak belum memiliki seragam sekolah agar mereka tidak merasa rendah diri saat belajar,” tambahnya.
Sementara itu, Pembina AOCC sekaligus Pembina Yayasan Tahfidzul Quran Samudera Pasai Mulia, Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Badruddin Syah ZFA, turut mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan TNI.
Ia berharap program kemanusiaan ini dapat terus berkesinambungan hingga warga mampu kembali ke kediaman masing-masing dan memulai pemulihan ekonomi secara mandiri.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden, Pangdam IM, dan Danrem 011/Lilawangsa. Setelah masa darurat ini, kita perlu memikirkan bersama bagaimana menata kembali kehidupan warga agar mereka kembali mandiri seperti sedia kala,” tutur Teuku Badruddin.
Penyaluran bantuan sosial ini merupakan wujud nyata sinergitas antara pemerintah pusat dan TNI dalam memperkuat solidaritas kemanusiaan serta meringankan beban masyarakat di “Bumi Serambi Mekkah” yang sedang mengalami masa sulit.

