Aceh Utara – Polres Lhokseumawe melaksanakan kegiatan lanjutan gotong royong pembersihan pascabanjir di Komplek Pemerintahan Desa Lagang, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin (9/2/2026), mulai pukul 09.00 WIB hingga sore hari.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan personel Polres Lhokseumawe bersama BKO Brimob Polda Kalimantan Timur, sebagai bentuk kepedulian Polri dalam membantu pemulihan wilayah yang terdampak banjir, khususnya fasilitas pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Perwira Pengendali Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe AKP Saiful Kamal, S.T.K., S.I.K., M.A, didampingi Perwira Pengendali KBO Satlantas Polres Lhokseumawe Iptu Nazar, serta Danton BKO Brimob Polda Kaltim Ipda Royken. Turut hadir Geuchik Desa Lagang Mujiburrahman, S.H, bersama personel Polres Lhokseumawe dan Brimob Kaltim.
Dalam kegiatan pembersihan lanjutan ini, personel gabungan menggunakan peralatan korve seperti kereta sorong, cangkul, sekop, dan perlengkapan lainnya untuk membersihkan sisa lumpur dan material banjir di area Komplek Pemerintahan Desa Lagang, termasuk Meunasah desa dan lingkungan sekitarnya.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan., S.H., S.I.K., M.S.M., M.H melalui Kasat Narkoba AKP Saiful Kamal, S.T.K., S.I.K., M.A selaku Perwira Pengendali tim gotong royong mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak banjir sekaligus wujud hadirnya negara dalam membantu percepatan pemulihan pascabanjir.
Menurutnya, Polres Lhokseumawe akan terus berupaya mendukung proses pemulihan dengan bersinergi bersama unsur terkait dan masyarakat, agar aktivitas pemerintahan dan pelayanan publik di Desa Lagang dapat kembali berjalan normal.
“Kami ingin memastikan fasilitas pemerintahan, tempat ibadah, dan lingkungan masyarakat dapat segera difungsikan kembali, sehingga warga dapat beraktivitas dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen Polres Lhokseumawe dalam memberikan pelayanan kemanusiaan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam.


