LHOKSEUMAWE – Wali Kota Lhokseumawe, Dr. Sayuti Abubakar, SH., MH., menunjukkan komitmen kuat dalam membangkitkan ekonomi daerah pasca-bencana. Melalui kolaborasi strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) RI, Wali Kota resmi menyelenggarakan Bazar Ramadhan Lhokseumawe Tahun 2026 di Lapangan Hiraq yang dibuka langsung oleh Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, Rabu (25/02/2026).
Dalam sambutannya, Wali Kota Sayuti Abubakar menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan penuh kementerian yang telah mengucurkan anggaran khusus untuk menghidupkan sektor kreatif di Lhokseumawe. Meski dengan keterbatasan waktu dan penyesuaian anggaran, Wali Kota berhasil memastikan Lhokseumawe menjadi tuan rumah pelaksanaan bazar kreatif terbesar di Indonesia tahun ini.
“Terima kasih kepada Menteri Ekraf atas bantuan anggaran dan dukungannya. Kegiatan ini merupakan hasil lobi dan kerja keras kita bersama untuk memastikan ekonomi kreatif di Lhokseumawe tetap tumbuh meski di tengah tantangan finansial,” ujar Sayuti.
Wali Kota menjelaskan bahwa Bazar Ramadhan bertema “Ramadhan Berkah Ekonomi Kreatif Tumbuh” ini bukan sekadar agenda musiman, melainkan langkah nyata pemulihan ekonomi bagi masyarakat Lhokseumawe dan Aceh Utara yang terdampak bencana.
Beberapa poin penting yang menjadi fokus Wali Kota dalam kegiatan ini antara lain Wadah Promosi: Memberikan ruang bagi pelaku UMKM dan brand lokal untuk naik kelas ke level nasional hingga global. Kemudian Infrastruktur Kreatif: Mengumumkan penyelesaian Gedung Kesenian tahun ini yang akan difungsikan sebagai Rumah Kreatif Pemuda guna mendukung program hilirisasi ekraf.
Selanjutnya Pemulihan Ekonomi: Memberikan stimulus bagi warga yang kehilangan mata pencaharian melalui sektor digital, kuliner, dan kriya.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya pada kesempatan kemarin, juga memuji inisiatif kepala daerah yang melihat ekonomi kreatif sebagai “tambang baru” pendapatan daerah. Ia menegaskan bahwa tugas kementerian adalah mendukung kepala daerah seperti Wali Kota Lhokseumawe dalam mencari brand lokal unggulan untuk dibawa ke pasar internasional.
“Kepala daerah kini menyadari bahwa ekraf adalah pembuka lapangan kerja yang paling diminati generasi muda. Kami hadir untuk mendorong brand Lhokseumawe agar bisa bersaing dengan produk dari Korea Selatan atau Jepang,” sebut Menteri Ekraf.
Selain fokus pada ekonomi, Wali Kota Sayuti juga mengedepankan sisi religius dan sosial dengan menyantuni 30 anak yatim dari gampong sekitar (Keude Aceh, Mon Geudong, dan Simpang Empat). Ia juga mengimbau seluruh peserta bazar untuk menjaga kualitas produk dan kebersihan lokasi.
“Mari kita jaga kualitas, ketertiban, dan berikan pelayanan terbaik demi mewujudkan kegiatan yang aman dan berkah,” pesan Sayuti saat meninjau stan bersama rombongan menteri dan Forkopimda.
Acara yang berlangsung hingga 1 Maret 2026 ini turut dihadiri oleh perwakilan Gubernur Aceh, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, menandai babak baru kebangkitan UMKM di Kota Lhokseumawe. Acara bazar tersebut makin meriah dan diramaikan dengan pengunjung.[] (R/J)


