ACEH UTARA – Dukungan masyarakat mengiringi langkah Dr. Alfian, S.H.I., M.A., ketika mendaftarkan diri sebagai calon Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal), Jumat (4/9/2026).
Sekitar pukul 10.00 WIB, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unimal itu tiba di Sekretariat Panitia Pemilihan Rektor di Gedung Rektorat, Reuleut. Ia tidak datang sendiri. Sejumlah dosen dari berbagai fakultas, alumni, tokoh agama, serta tokoh masyarakat dari gampong-gampong di sekitar kampus turut mendampinginya.
Dua anggota DPRK Aceh Utara, H. Jirwani Ibnu alias Nek Jir dan Tajuddin, juga terlihat dalam rombongan.
Pemandangan tersebut memberi warna tersendiri pada momentum pendaftaran yang secara formal merupakan bagian dari tahapan pemilihan rektor. Kehadiran masyarakat menunjukkan bahwa pencalonan Dr. Alfian tidak hanya mendapat perhatian dari lingkungan akademik, tetapi juga bersinggungan dengan harapan masyarakat yang selama ini hidup berdampingan dengan Unimal.
Di sekretariat panitia, Dr. Alfian menyerahkan berkas pendaftaran untuk selanjutnya diperiksa dan diverifikasi sesuai ketentuan. Panitia pendaftaran, Teuku Kemal Pasya, menyebut proses tersebut berjalan baik dan dokumen telah dipersiapkan sesuai kebutuhan administrasi.
Namun, cerita dukungan itu tidak berhenti di ruang pendaftaran.
Usai menyerahkan berkas, Dr. Alfian menuju salah satu dayah di Reuleut untuk mengikuti prosesi peusijuk yang dilakukan tokoh masyarakat. Sejumlah dosen, alumni, dan masyarakat sekitar kembali hadir dalam momentum tersebut.
Bagi masyarakat Aceh, peusijuk merupakan bagian dari tradisi yang sarat dengan doa dan harapan. Dalam konteks pencalonan Dr. Alfian, prosesi tersebut menjadi simbol dukungan moral agar langkahnya dalam mengikuti tahapan pemilihan Rektor Unimal diberikan kelancaran.
Setelah peusijuk, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama. Tidak ada suasana seremonial yang berlebihan. Para dosen, alumni, dan masyarakat duduk bersama dalam suasana sederhana dan penuh keakraban.
Di situlah dukungan masyarakat menemukan maknanya: bukan semata-mata dalam jumlah orang yang hadir, tetapi dalam harapan yang mereka titipkan kepada masa depan Unimal.
Keuchik Gampong Reuleut Timu, Irwan, mengatakan masyarakat berharap Unimal terus berkembang, namun kemajuan tersebut juga harus memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
“Kami berharap Unimal ke depan semakin maju dan berkembang, tetapi kemajuan itu juga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Terutama melalui kontribusi di bidang pendidikan, sosial, dan budaya,” ujar Irwan.
Menurutnya, hubungan perguruan tinggi dengan masyarakat perlu terus diperkuat. Kampus, kata dia, tidak semestinya hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga dapat berperan dalam mendorong pemberdayaan dan kemajuan masyarakat.
Harapan tersebut menjadi pesan penting di tengah dimulainya kontestasi kepemimpinan Unimal. Bagi masyarakat sekitar kampus, siapa pun yang nantinya memimpin perguruan tinggi tersebut diharapkan mampu menjaga kedekatan dengan lingkungan sosialnya.
Sementara bagi Dr. Alfian, pendaftaran pada Jumat itu baru menjadi langkah pertama. Berkas pencalonannya masih harus melewati proses verifikasi dan tahapan pemilihan berikutnya.
Tetapi satu hal telah terlihat sejak awal: langkah menuju kursi Rektor Unimal itu turut diiringi doa, dukungan, dan harapan masyarakat yang berada di sekitar kampus.(*)
