Lhokseumawe – Polres Lhokseumawe menggelar acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Gedung Serbaguna Wira Satya Polres Lhokseumawe, Rabu (1/7/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah hukum Polres Lhokseumawe.
Acara syukuran dihadiri para pejabat utama Polres Lhokseumawe, para Kapolsek jajaran, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan perusahaan objek vital, perbankan, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Kapolres Lhokseumawe menyampaikan rasa syukur atas peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang menjadi tonggak kedewasaan institusi Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia menyebutkan, hasil survei Litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan Polri telah mencapai 87 persen.
“Di usia ke-80 ini, Polri terus berbenah diri dan berkomitmen memberikan pelayanan, perlindungan, serta pengayoman terbaik kepada masyarakat. Kepercayaan publik yang terus meningkat menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” ujar Kapolres.
Kapolres menjelaskan, tantangan kamtibmas di wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara cukup kompleks mengingat karakter masyarakat yang heterogen serta dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi sejak tahun 2025.
Menurutnya, meski bantuan sosial dan logistik telah disalurkan, persoalan pemulihan mata pencaharian masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu mendapat perhatian bersama karena dapat berdampak terhadap kondisi keamanan.
Ia juga menyoroti dinamika Kota Lhokseumawe yang aktivitas masyarakatnya berlangsung hampir selama 24 jam. Banyaknya pusat-pusat keramaian seperti warung kopi dan tempat berkumpul masyarakat menjadi tantangan tersendiri bagi Polri dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Polres Lhokseumawe menghadirkan inovasi layanan cepat bertajuk Rijang, sebuah sistem respons cepat yang terintegrasi dengan layanan darurat Polri 110. Melalui inovasi tersebut, setiap laporan masyarakat yang masuk akan langsung diteruskan kepada petugas di lapangan melalui aplikasi sehingga personel dapat segera bergerak menuju lokasi kejadian.
Kapolres menjelaskan bahwa Aplikasi Rijang merupakan hasil karya putra daerah Lhokseumawe yang bertujuan mempercepat pelayanan kepolisian berbasis teknologi. Namun demikian, ia mengungkapkan masih banyak panggilan masuk ke layanan 110 yang bersifat iseng, sehingga menghambat efektivitas pelayanan terhadap masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
“Kami berharap layanan ini digunakan sebagaimana mestinya dan tidak disalahgunakan. Dukungan masyarakat sangat kami harapkan agar pelayanan kepolisian dapat berjalan lebih optimal dan setiap laporan dapat ditindaklanjuti dengan cepat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus mendukung tugas-tugas Polri di tengah semakin kompleksnya tantangan keamanan, baik yang dipengaruhi dinamika daerah, nasional, maupun situasi global.
Menurutnya, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Polri harus mampu menjawab berbagai tantangan keamanan di tengah perkembangan situasi dunia, termasuk dampak konflik internasional yang dapat memengaruhi kondisi dalam negeri.
“Polri hadir untuk memberikan rasa aman, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas, bekerja, dan beribadah dengan aman dan nyaman. Terlebih di Aceh, keamanan merupakan modal utama bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Kapolres.
Ia menambahkan, Polres Lhokseumawe akan terus berkomitmen mengungkap berbagai tindak kriminal, termasuk kasus kepemilikan senjata api ilegal, kekerasan, teror, maupun intimidasi. Seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri dalam menciptakan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Mengakhiri sambutannya, Kapolres memohon dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat agar Polres Lhokseumawe dapat terus menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan presisi demi terwujudnya situasi keamanan yang aman, damai, dan kondusif di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

